



All photos are taken by me using our Canon 350D, and retouched by Ing.




All photos are taken by me using our Canon 350D, and retouched by Ing.


The girls at Nanny’s Pavilion, originally uploaded by keluarga burung.
Mengasuh anak merupakan sebuah perjalanan. Mengasuh anak berkebutuhan tinggi merupakan sebuah perjalanan dimana Anda secara tidak sengaja sampai di daerah yang asing. Sebelum melahirkan, Anda membayangkan akan seperti apa perjalanan ini nantinya. Anda membeli buku panduan. Anda mendengarkan teman-teman yang telah melakukan perjalanan yang sama. Ini menyenangkan. Bayi anda lahir dan perjalanan dimulai. Tiba-tiba perjalanan Anda tidak seperti yang direncanakan. Anak Anda tidak mengikuti buku panduan. Dia membawa Anda melalui jalan yang berbeda, yang mungkin tidak Anda pilih dan tentunya bukan yang telah Anda antisipasi. Awalnya, Anda tidak menyukai perubahan dalam rencana perjalanan ini. Jalannya berkelok-kelok, sepi, dan menghabiskan jauh lebih banyak energi dari yang telah Anda sediakan. Tetapi Anda telah membeli tiket yang tidak dapat dikembalikan, sehingga Anda harus meneruskan perjalanan. Saat teman-teman Anda melihat pemandangan yang umum, anak Anda menarik Anda dari jalan biasa, melalui jalan tikus, ke tempat-tempat dimana Anda dipaksa untuk membuat jalan sendiri. Perjalanan tersebut melelahkan dan menantang. Anda mengalami kesulitan menceritakan penemuan-penemuan Anda pada teman-teman Anda; mereka belum pernah berada di posisi Anda atau melihat dunia melalui mata anak Anda. Namun, segera Anda akan mulai menyadari hidup bahwa Anda akan jauh lebih kaya dan lebih bijaksana karena telah melakukan perjalanan istimewa ini.
- William Sears, M.D & Martha Sears, R.N / Seri Cerdas Bersama DR. Sears : Memahami Anak ‘Rewel’
Selamat Ulang Bulan yang ke 4, Rinjani.
Hari ini, 4 bulan sudah Rinjani menemani hari-hari saya dan Nyanya. Kayanya ini adalah 4 bulan yang paling ajaib, menyenangkan, melelahkan, sekaligus memusingkan dalam hidup saya. Sekedar catatan, Ibu saya pernah ngomong gini, “Ing kan orangnya sombong banget sama anak kecil, mana bisa dia ngurus bayi?” Iya, saya emang ’sombong’ sama anak kecil. Suka sih, lucu gitu liat anak kecil atau bayi, tapi paling males kalo berinteraksi, ngajak ngobrol, main, apalagi disuruh gendong. Tapi dibandingin Nyanya, saya jauh lebih mendingan. Nyanya ga pernah suka sama sekali sama anak kecil atau bayi, hahahah.
Nah, dengan ‘modal’ kita masing-masing yang seperti itu, tau-tau kita dikaruniai seorang Rinjani. Ngga, Rinjani lahir bukan gara-gara ‘kecelakaan’ atau ketidaksengajaan. Sebelom menikah kita udah punya rencana, akan menunda punya anak sampe 2 tahun kedepan. Tapi di perjalanan, mungkin karena ngeliat si Bian anaknya Grompol dan Dista, atau Rara anaknya Ridho, kita malah jadi ikutan pengen gitu. Saya sampe nanya berkali-kali sama Nyanya buat ngeyakinin, “kamu yakin, mau punya anak?”
Wearing cute headband from @tearforTwo_xoxo, thanks tante @iamirma :), originally uploaded by keluarga burung.